Minggu, 14 Agustus 2011

ips dampak ledakan penduduk


IPS
DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK




Oleh :










Aninda Eka Mupangati ( 09 )
Dewi Astuti Purnama Sari ( 12 )
Intan Saraswati Tallesang ( 16 )
Silvya Putri Maharani ( 22 )



SMP NEGERI 1 SINGOSARI
Th. 2010 / 2011
DAMPAK LEDAKAN PENDUDUK
                                                                                                                    
Kita ketahui, penduduk dunia terus bertambah, tak terkecuali Indonesia. Makin lama, pertambahannya makin cepat dalam waktu yang relatief singkat. Atau dapat kita sebut dengan ledakan penduduk. Menurut hasil sensus pertumbuhan penduduk Indonesia th.2000 adalah 1,4%. Mari kita hitung perkiraan jumlah penduduk Indonesia th.2020.
Rounded Rectangle: 2020 - 2000 = 20 th x 1,4% = 28% x 209,6 juta jiwa = 58.688.000 jiwa / 20 th
Menurut hasil sensus, jumlah penduduk Indonesia th.2000 adalah 209,6 juta jiwa.
Berarti penduduk Indonesia pada th.2020 sekitar
28% x 209,6 = 58.688.000 jiwa + 209.600.000 = 268.288.000 jiwa           






Wow, menakjubkan bukan ? Hanya dalam singkat waktu 20 th, di Indonesia akan mengalami kenaikan jumlah penduduk sekitar 28% atau sekitar 58.688.000 jiwa . Hhmmm … Bagaimana juga dengan kehidupan anak cucu kita dimasa yang akan datang jika tidak ada upaya menekan laju pertumbuhan penduduk ? Mungkin 100 th lagi kita hidup dibumi ini dengan berdesak-desakan. Semua itu, berpengaruh juga terhadap ; lingkungan hidup, kebutuhan pangan, kebutuhan perumahan, pendidikan, kegiatan ekonomis, lapangan pekerjaan dan pelayanan kesehatan.

1.  Kepadatan Penduduk Mempengaruhi Lingkungan Hidup, Kebutuhan Pangan, Kebutuhan Perumahan, Pendidikan, Kegiatan Ekonomis, Lapangan Pekerjaan dan Pelayanan Kesehatan.

Kepadatan penduduk mempengaruhi lingkungan hidup karena semakin banyak penduduk yang memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam). Selain itu bahan pangan yang dibutuhkan semakin banyak. Namun kesediaan panganan sedikit. Ini dikarenakan banyak lahan yang digunakan sebagai kebutuhan perumahan. Karena kesediaan pangan sedikit, menyababkan tingkat kesehatan di Indonesia rendah.  Pelayanan kesehatan juga kurang memadai. Selain itu biaya kesehatan yang mahal disebabkan lapangan kerja yang semakin sedikit sehingga menyebabkan tingkat ekonomi Indonesia yang rendah. Tingkat pendidikan masyarakat juga semakin rendah karena, ekonomi yang rendah dan tidak mampu untuk menempuh pendidikan yang kian lama kian mahal.

Seorang ahli ekonomi Inggris mengemukakan bahwa pertumbuhan penduduk seperti deret ukur, ( 1, 2, 4, 8, 16 , 32, dst ), sedang pertumbuhan proses pangan berdasarkan deret hitung ( 1, 2, 3, 4, 5, 6, dst ). Menurut analisis dari kelompok kami, maksut dari deret ukur dan deret hitung yang dikemukakan oleh ahli ekonomi Inggris tersebut sebagai berikut.
                       
                        Menurut deret ukur, pertumbuhan penduduk yang kian lama kian menngkat. Peningkatannya pun sangat drastis ( 2x lipat ). Sedangkan menurut deret hitung, pertumbuhan proses pangan hanya mengalami peningkatan.


                        Jadi, upaya menekan laju pertumbuhan penduduk itu sangat penting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar